Kamis, 19 Juni 2014

Macam - Macam Posisi Pasien pada Tempat Tidur


Assalammu'alaikum
lama tak jumpa, kini alhamdulillah masih diperkenankan menulis kembali apa yang telah disampaikan oleh dosen saya pengajar Mata Kuliah Pengantar Keperawatan II, dimana beliau menyampaikan Posisi Pasien pada Tempat Tidur.
baik langsung saja kawan, kita simak bersama. 

  • Fowler

Pengertian
Posisi fowler adalah posisi setengah duduk atau duduk (45 - 90 derajat), dimana bagian kepala
tempat tidur lebih tinggi atau dinaikkan. Posisi ini dilakukan untuk mempertahankan kenyamanan dan memfasilitasi fungsi pernapasan pasien.

Tujuan

Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi.

Meningkatkan rasa nyaman

Meningkatkan dorongan pada diafragma sehingga meningkatnya ekspansi dada dan ventilasi paru

Mengurangi kemungkinan tekanan pada tubuh akibat posisi yang menetap


Indikasi

Pada pasien yang mengalami gangguan pernapasan

Pada pasien yang mengalami imobilisasi
  • Sim’s
    Pengertian
Posisi sim adalah posisi miring kekanan atau miring kekiri. Posisi   ini dilakukan untuk memberi kenyamanan dan memberikan obat per anus (supositoria). Berat badan terletak pada tulang illium, humerus dan klavikula.

Tujuan

      Meningkatkan drainage dari mulut pasien dan mencegah aspirasi

      Mengurangi penekanan pada tulang secrum dan trochanter mayor otot pinggang

      Memasukkan obat supositoria

      Mencegah dekubitus


Indikasi

Pasien dengan pemeriksaan dan pengobatan daerah perineal

Pasien yang tidak sadarkan diri

Pasien paralisis

Pasien yang akan dienema

Untuk tidur pada wanita hamil.
  • Trendelenberg
    Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada bagian kaki. Posisi ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.


Tujuan

Pasien dengan pembedahan pada daerah perut.
Pasien shock.

pasien hipotensi.


Indikasi

Pasien dengan pembedahan pada daerah perut

Pasien shock

Pasien hipotensi.  
  • Dorsal Recumben
    Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan kedua lutut fleksi (ditarik atau direnggangkan) di atas tempat tidur. Posisi ini dilakukan untuk merawat dan memeriksa serta pada proses persalinan.

Tujuan
Meningkatkan kenyamanan pasien, terutama dengan ketegangan punggung belakang.


Indikasi

Pasien dengan pemeriksaan pada bagian pelvic, vagina dan anus

Pasien dengan ketegangan punggung belakang.

  • Posisi Lithotomi
Pengertian
Pada posisi ini pasien berbaring telentang dengan mengangkat kedua kaki dan menariknya ke atas bagian perut. Posisi ini dilakukan untuk memeriksa genitalia pada proses persalinan, dan memasang alat kontrasepsi.

Tujuan
Memudahkan pemeriksaan daerah rongga panggul, misal vagina

taucher, pemeriksaan rektum, dan sistoscopy

Memudahkan pelaksanaan proses persalinan, operasi ambeien, pemasangan alat intra uterine devices (IUD), dan lain-lain.

                      

Indikasi

Pada pemeriksaan genekologis

Untuk menegakkan diagnosa atau memberikan pengobatan terhadap penyakit pada uretra, rektum, vagina dan kandung kemih.
  •       Orthopeneic
 Pengertian

Posisi pasien duduk dengan menyandarkan kepala pada penampang yang sejajar dada, seperti pada meja.



Tujuan

Memudahkan ekspansi paru untuk pasien dengan kesulitan bernafas

yang ekstrim dan tidak bisa tidur terlentang atau posisi kepala hanya bisa pada elevasi sedang.


 Indikasi

Pasien dengan sesak berat dan tidak bisa tidur terlentang.
  • Supinasi
Pengertian

Posisi telentang dengan pasien menyandarkan punggungnya agar dasar tubuh sama dengan kesejajaran berdiri yang baik.



 Tujuan

Meningkatkan kenyamanan pasien dan memfasilitasi penyembuhan terutama pada pasien pembedahan atau dalam proses anestesi tertentu.


Indikasi

Pasien dengan tindakan post anestesi atau penbedahan tertentu
Pasien dengan kondisi sangat lemah
atau koma.
  • Pronasi
Pengertian

Pasien tidur dalam posisi telungkup Berbaring dengan wajah menghadap ke bantal.

Tujuan

 Memberikan ekstensi  maksimal pada sendi lutut dan pinggang

 Mencegah fleksi dan kontraktur pada pinggang dan lutut.


Indikasi

Pasien yang menjalani bedah mulut dan kerongkongan

Pasien dengan pemeriksaan pada daerah bokong atau punggung.
  • Lateral
 Pengertian
Posisi miring dimana pasien bersandar kesamping dengan sebagian besar berat tubuh berada pada pinggul dan bahu.
Tujuan
Mempertahankan body aligement
Mengurangi komplikasi akibat immobilisasi
Meningkankan rasa nyaman
Mengurangi kemungkinan tekanan yang menetap pada tubuh akibat posisi yang menetap.
Indikasi
Pasien yang ingin beristirahat
Pasien yang ingin tidur
Pasien yang posisi fowler atau dorsal recumbent dalam posisi lama
Penderita yang mengalami kelemahan dan pasca operasi.
demikian teman, Adapun kekurangan dan kelebihan atau mungkin berbeda dengan rekan perawat yang lain, saya mohon maaf, karena tidak ada kesempurnaan bagi diri manusia.
kalaupun mau bershering-shering monggo-monggo saja.
Wassalammualaikum





Tidak ada komentar:

Posting Komentar